Kota Ternate – Para pelaku usaha di bidang perikanan di Kota Ternate saat ini tengah menghadapi tantangan berat akibat melonjaknya harga ikan di pasaran. Kenaikan harga tersebut disebabkan oleh sulitnya pasokan ikan dari nelayan yang mengalami kendala logistik, terutama terkait ketersediaan bahan bakar minyak (BBM) dan biaya operasional saat melaut. Selasa (4/11/2025).

Scroll Untuk Lanjut Membaca
Adam S Ways: Harga Ikan Mahal, Penjual di Kota Ternate Terancam Merugi

Menurut keterangan sejumlah nelayan, aktivitas melaut kini semakin terbatas karena harga BBM yang tinggi membuat mereka kesulitan untuk menutupi biaya perjalanan. Banyak nelayan pajeko yang harus berlayar jauh hingga perairan Batang Dua demi mencari ikan, namun hasil tangkapan justru menurun.

“Kami keluar mamancing sampe jauh, tapi ikan dapat cuma sedikit. Ongkos minyak dan makan di laut malah habis,” ujar salah satu nelayan.

Kondisi ini berdampak langsung pada para penjual ikan di pasar tradisional Ternate. Salah satu pelaku usaha perikanan, Adam S Ways, mengungkapkan bahwa harga ikan yang terlalu tinggi membuat daya beli masyarakat menurun drastis.

“Sekarang penjual ikan banyak yang rugi karena ikan tidak laku. Masyarakat berpikir seribu kali untuk beli ikan, apalagi kalau di rumah anggota keluarganya banyak,” ujarnya.

Adam menambahkan, saat ini harga ikan komo dan madidihan di pasar mencapai sekitar Rp25.000 untuk tiga ekor, harga yang dinilai cukup berat bagi masyarakat berpenghasilan rendah. Jika kondisi ini terus berlanjut, para pedagang khawatir akan mengalami kerugian lebih besar karena stok ikan berpotensi membusuk akibat tidak terjual. (*)

 

Reporter: admin